Puisi

Puisi Faris Al Faisal

Faris Al Faisal
Rahim Jamal | Senin, 08 Maret 2021

Faris Al Faisal

TFS     

Pada lini masa
Sebuah paralon memiliki banyak keran
Siapa mengulurkan lautan
Kepada kenangan
Kepada pemilik kerinduan

Seseorang yang kusebut pemberi, membagi 
Simbol dan lelucon
Pada status, cerita 1001 malam dan lainnya 
Memecah batu suntuk 
Keheningan yang mengantuk

Di balik jendela persegi, ucapan
Merapat ke bibir
Melewati langit California
Bintangbintang lewat dan cepat
Katakata mencair di tangkai mawar

Indramayu, 2019
tfs: thanks for sharing

 
 
TFC     

Dan kini sudut bibir pun melengkung 
Sebuah konfirmasi
Meruntuhkan ketidakpastian

Dua orang berteman
Tanpa kenalan
Tanpa pertemuan
Tanpa persyaratan, bahkan tak butuh alasan 
Dan mungkin juga karena kenangan

Salam pun mengetuk pintu inbok
Kopi menghangat di sana
Musim semi dan pelataran penuh bunga

Indramayu, 2019
tfc: thanks for confirmed
 
 

TFA     

Siapa tahu setelah ini padang meluas
Rumput pun berbunga

Aku kijang dan kau rusa
Berlarian bermain tanduk dan rusuk
Dan persahabatan abadi

Pohon mungkin berusia
Besok kita temukan terpangkas ranggas, terbaring 
Tapi Facebook ceritakan dalam memorial 

Di kejauhan, kafe dan kedai telah sunyi
Tapi kita tak pernah sepi

Indramayu, 2019
tfa: thanks for add

 
 
TFL     

Sudah berapa like, sudah
Berapa acungan jempol 
Menguji
Riuh dengan makna
Melonjak tibatiba, berlipatlipat—viral 

Siapa menderita di balik angka yang diam
Daun keriput di bibir
Melimpahi lautnya yang tawar
Menyimak angin 
Berandaiandai dapat berjelai

Dan bukankah
Seperti apa yang diimpi
Itu terjadi 
   
Indramayu, 2019
tfl: thanks for like
 
 
Faris Al Faisal lahir dan berdikari di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Ia bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI), dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya tercatat dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia. Puisinya mendapat hadiah penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-9 Tahun 2020 di Membakut, Sabah, Malaysia. Ia menjadi Juara 1 Lomba Cipta Puisi Anugerah Rd. Dewi Sartika dan ia juga mendapatkan piala bergilir Anugerah Rd. Dewi Sartika, Bandung (2019). Selain itu, ia juga mendapatkan Anugerah “Puisi Umum Terbaik” Disparbud DKI 2019 dalam perayaan 7 tahun Hari Puisi Indonesia, Yayasan Hari Puisi, dan ia juga Juara 1 Lomba Cipta Puisi Kategori Umum Tingkat Asia Tenggara pada Pekan Bahasa dan Sastra 2018, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
 
 
Sumber: Rubrik Bahasa, Sastra, dan Budaya di Harian Rakyat Sultra pada hari Senin, 8 Maret 2021