Puisi

Puisi La Ode Gusman Nasiru

| Selasa, 21 September 2021

orang-orang yang terus berbicara

            : Ita Sulistiani Basir

 

mungkin kau hanya perlu belajar setia pada semua rasa

bosan yang memberontak di kepala

 

orang-orang berbicara tentang kepentingan dan segenap

kemungkinan yang jauh lebih banyak dari angka-angka

mereka melingkar di meja judi dan menggali kemenangan dari

kemalangan dan kekalahan seseorang yang duduk di depan mereka

 

kau hanya menyebut nama, satu saja, yang tidak

pernah ingin kau sebut tetapi selalu jadi benalu pada rongga

jari-jari dan reranting pohon yang tumbuh dalam ingatan

 

kau juga bukan penjudi ulung yang melempar dadu

dan satu juta atau lebih kemungkinan memenangkan nasib yang rapuh

 

ingatan adalah ladang tempat segala tanaman

berdiam memakan humus yang dibusukkan air

hujan yang berteduh di keningmu

 

seseorang menyiraminya, tetapi kau tak merasakan apa-apa

 

Kota Tengah, April 2021

  

 

seremonial ulang tahun

: Ita Sulistiani Basir

 

seseorang mengeja angka dan menjumlahkan hari-hari

malaikat di suatu tempat menghitung umur yang

mundur dan berkat yang tidak lagi selalu mengejutkan

 

seseorang memotong tart dan meniupkan lilin

mencari-cari namamu yang terselip dalam doa-doa dan seremoni

ia hidu udara yang penat setelah tau betapa orang-orang

bersandiwara pada sebuah formalitas tentang perayaan ulang tahun

 

seseorang yang adalah kamu

 

langit menjulurkan kelenjarnya dan membiarkan harapanmu menyusu

pada sedap puting yang jingga dan paling sering kau sebut sunset

 

momen ketika kau pandangi awan pulang ke rahim yang bernama malam

seperti kau yang memulangkan nasib pada doa ibu yang menjelma hujan

melompat deras dari selatan, membilas sawah dan lembah

di tempat kini kau membiarkan air matamu mengairi ladang para petani

 

berbahagialah ia yang tangisnya tetap punya makna

bahkan ketika kelak ia tiada

 

Bone Bolango, 27 April 2021

 

 

di kafe yang backsoudnya lirih saja

            : Ita Sulistiani Basir

 

di sebuah kafe yang tidak terlalu jauh dari keramaian

kita duduk dan bertukar kabar

menafikan jalanan yang lalu lalang hilir mudik mengamati gerak

bibir yang kita pakai menertawai hari-hari kemarin

 

lalu lintas cukup padat dan para pengendara merasa berhak

menumpahkan serapah kekesalan pada angka-angka

traffic light dengan bising klakson yang mencoba mencuri percakapan kita

 

di atap, gerimis mulai menggaruki sesuatu

mencari-cari kemungkinan di hari apa kita pernah menekuri sebuah

penyesalan tentang jatuh cinta pada orang yang salah

 

hujan adalah segerombolan malaikat iseng yang terjun dari surga begitu

saja sebab menolak tunduk pada kesombongan orang-orang yang pernah

melupakan kita pada dering telepon ketiga belas yang dibiarkan tidak diangkat

dan pesan yang ditinggalkan berbiak dalam jeda panjang

sepanjang usia leluhur yang mendiami lautan

 

Gorontalo, 7 April 2021

 

 

La Ode Gusman Nasiru, dosen Sastra Indonesia, FSB, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Saat ini bermukim di Gorontalo. Puisi-puisinya dimuat dalam antologi bersama. Panitia diskusi bulanan PKKH UGM pernah mengundangnya membicarakan puisi-puisi Kiki Sulistiyo pada bulan September 2018. Sebulan setelahnya, puisi-puisinya yang terangkum dalam rubrik sastra Media Indonesia, diperbincangkan oleh Mario Lawi dalam kesempatan yang sama. Beberapa lainnya juga dimuat di media lain di antaranya Batam Pos, Harian Global, Radar Banjarmasin, Harian Fajar, Dinamika, Kendari Pos, Rakyat Sultra, dan lain-lain. Lahir di Bau-Bau 18 Juni 1989. 

 

Sumber: Rubrik Bahasa, Sastra, dan Budaya di Harian Rakyat Sultra pada hari Senin, 20 September 2021